End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Manajemen Kesiswaan

WORKSHOP PENDIDIKAN INKLUSIF DI KOTA DEPOK
Oleh : Kurnaeni


Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru, kepala, dan pengawas SD, SMP, SMA/SMK untuk memahami keberagaman peserta didik dan kegiatan pembelajaran dengan seting inklusif, sebanyak 40 orang guru, kepala, dan pengawas SD, SMP, SMA/SMK di Kota Depok mengikuti Workshop Sistem Layanan Pendidikan Inklusif. Workshop yang diprakarsai oleh Yayasan Bina Insani Kota Depok ini diselenggarakan di Gedung Theatre Sekolah Cakra Buana, Jl. Raya Depok-Sawangan no. 91, Rabu-Kamis (16-17/1) lalu.

Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Drs. Asep Roswanda, M.Pd. Dalam sambutannya, Asep menyambut baik diselenggarakannya workshop ini dengan harapan semua peserta memperoleh pemahaman yang holistik terhadap pendidikan inklusif. Selanjutnya Asep menyatakan bahwa kota Depok akan mengimplementasikan pendidikan inklusif secara bertahap dengan mempersiapkan berbagai unsur-unsur pendukungnya. Ia tidak mengharapkan implementasi pendidikan inklusif di kota Depok dengan “AJS” (asal jalan saja) dan hanya euphoria sesaat saja. Saat memberi sambutan, Asep sempat terharu karena ketika ia akan memberi sambutan saat itu datang Dr. H. Iim Wasliman, M.Si. yang merupakan mantan atasannya, sekaligus orang tua dan guru Asep saat ia masih menjadi guru di Bandung. Iim Wasliman merupakan salah satu nara sumber dalam workshop tersebut.

Pada bagian lain, Kasubdis PLB Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Nondi Hidayat, M.MPd. yang berkesempatan memberi sambutan menyatakan, bahwa Subdis PLB akan terus mendorong berbagai pihak untuk berpartisipasi aktif dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif. Nondi juga memberi apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Bina Insani dan seluruh jajarannya yang telah memprakarsai workshop ini.

Sementara itu, Dra. Lia Cornelia selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan workshop ini dibiayai oleh Ditjen. PMPTK Depdiknas dan memperoleh rekomendasi dan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Sementara nara sumber terdiri dari unsur akademisi (UPI dan UNJ), birokrasi (Ditjen. PMPTK Depdiknas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kota Depok), serta praktisi (Tim Pokja Pendidikan Inklusif Jawa Barat, Guru, dan Orang Tua), demikian Lia Cornelia.

Selama workshop berlangsung, ditampilkan beberapa keberhasilan dari SD Cakra Buana Kota Depok dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif dengan melayani pendidikan anak autis, di antaranya Dani, seorang anak autis yang fasih berbahasa Inggris. (KRI/SIM PLB)

Mei 24, 2009 - Posted by | Manajemen Kesiswaan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: