End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Manajemen Kesiswaan

Manajeman Organisasi dan Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia

Jumat, 26 September 2008

Bogor (www.pondokpesantren.net) – Manajemen organisasi mempersyaratkan adanya sumber daya manusia (pegawai) yang berkualitas, komitmen, disiplin dan mempunyai tanggungjawab yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugasnya, tak terkecuali pada lembaga pemerintahan. Untuk itu diperlukan pendidikan, pelatihan, pembinaan dan pemberdayaan pegawai, sehingga dapat secara mandiri, mampu menjalankan tugas dan berprestasi dengan sebaik-baiknya. Harus seimbang antara pembentukan sistem dan cultur organisasi yang mendorong perubahan, demikian dikatakan Drs. Amin Haedari, M.Pd, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam pada kegiatan In House Training bagi keluarga besar Direktorat PD pontren.

Kegiatan In House Training ini dilaksanakan selama 4 hari di Hotel Grand Pesona Sukabumi Bogor Jawa Barat dari tanggal 1 s/d 4 Agustus 2008 dengan mengambil tema ”Membangun Etos Kerja Sinergi Dalam Lingkungan Yang Harmonis”.

Selain dihadiri oleh seluruh staff Ditpdpontren, hadir juga dalam kesempatan ini Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Dr. Affandi Muchtar, MA, para pegawai yang telah pensiun dan sejumlah pejabat yang sudah tidak lagi di PD Pontren seperti Dr. Mastuki, M.Ag yang saat ini menjabat Kasubdit Kelembagaan dan Kesiswaan Dikti Islam.

Kemandirian seorang pegawai, lanjut Amin,  amat ditekankan dalam manajemen modern, sejalan dengan berjalannya sistem manajemen organisasi. Seseorang bisa mencapai kemandirian dan dapat berprestasi dalam melakukan pekerjaan, jika didudukung dengan pengetahuan yang luas, pengalaman yang memadai dan sikap/kesadaran diri dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Oleh karena itu apapun jenis pekerjaan yang dilakukan harus dikerjakan dengan senang.

Pemahaman akan program kerja pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren harus dimiliki oleh para pegawai, sehingga mampu mengejawantahkan visi, misi serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan diniyah dan pondok pesantren. Lebih dari itu teman-teman juga harus memahami program dan kegiatan yang sedang kita lakukan, yang kalau kita ringkas termaktub dalam Tri Logi Pengembangan Pondok Pesantren; yaitu Pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin, pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pesantren sebagai lembaga sosial kemasyarakatan, papar alumus Alumnus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini dengan mantap.

Ditambahkan oleh Amin Haedari bahwa ”kegiatan semacam ini sengaja dirancang dengan suasana penuh kekeluargaan, santai ditempat yang sejuk sebagai sarana refresing. Bahkan dengan pendekatan out bound nantinya akan lebih menyenangkan”.  Hal ini untuk membangun kebersamaan diantara kita dan berupaya untuk meningkatkan etos kerja. Tidak ada yang merasa paling super, semuanya penting dan harus saling mengisi. Bagi Amin, kerja adalah seni, makanya harus dinikmati dan akan berdampak pada kesenangan, pesannya.

Pada akhir in house training, Amin Haedari berpesan kepada para Kasubdit, Kasi dan staf pelaksana agar tetap mempertahankan tradisi-tradisi yang sudah ada di direktorat. Meskipun kelihatannya santai tetapi kita tetap kenceng. Budaya atau culture akademis harus tetap ditingkatkan dan diciptakan budaya kritis dalam rangka memperbaiki bukan untuk menjatuhkan. Para Kasubdit harus mempunyai feelling (kepekaan dalam merencanakan, merespon persoalan dengan cerdas, jeli dan bijaksana).  Hal ini semata-mata untuk meningkatan kinerja Direktorat. (rbs)

Mei 24, 2009 - Posted by | Manajemen Kesiswaan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: