End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Manajemen Kesiswaan

Masih Tergenang, Sekolah Diliburkan

Tryout dan Bimbingan Ujian Nasional Kelas Akhir Diungsikan

Selasa, 3 Maret 2009 | 15:14 WIB

Laporan wartawan Adi Sucipto

GRESIK,SELASA-Luapan Bengawan Solo masih menggenangi sejumlah sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar diliburkan.

Meskipun air sudah mulai surut namun halaman sekolah Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dan MA Ihyaul Ulum di Desa Dukunanyar Kabupaten Gresik Selasa (3/3) masih terendam air.

Bahkan ruangan kelas, laboratorium dan perpustakaan masih tergenang bercampur lumpur luapan Bengawan Solo setinggi 5 sentimeter.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MA Ihyaul Ulum Abdurrokhim mengatakan semula sekolah memasang pengumuman kegiatan belajar mengajar dimulai 3 Maret. “Ternyata air masih menggenang hingga saat ini. Siswa baru masuk Sabtu 7 Maret mendatang,” katanya.

Guru Bahasa Indonesia Nurhudi mengatakan selain merendam 12 ruang kelas, luapan Bengawan Solo juga menggenangi ruang perpustakaan dan laborataorium komputer. ” Ruang kantor juga terendam. Air baru mulai surut pada Senin (2/3) pukul 22.00,” kata Nurhudi.

Sejumlah siswa dan guru pada Selasa (3/3) berusaha membersihkan ruangan kelas yang kotor dengan linet (tanah yang ikut air banjir). Kondisi air yang menggenang empat hari sudah menimbulkan aroma bau busuk. “Apalagi karpet di ruang perpustakaan digital juga masih basah. Mau di jemur di mana wong halamannya juga basah,” kata petugas sekuriti Anwar.

Akibat banjir, kegiatan try out yang mestinya digelar pada Sabtu (28/2) lalu diundur hingga Sabtu mendatang. Banjir juga menyebabkan kegiatan musyawarah besar ikatan alumni yang digelar Minggu (1/3) lalu juga harus diundur.

Sementara itu di Lamongan sejumlah sekolah juga diliburkan seperti siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 2 Laren, SMA NU Laren dan dan sejumlah MI. Khusus siswa kelas akhir diharusnya tetap ikut kegiatan bimbingan persiapan ujian nasional. Kegiatan SMANU Laren dialihkan ke SD Kecamatan Maduran.

Kegiatan try out SMP Negeri 2 Laren dilaksanakan di MIMA Kendal Kecamatan Sekaran sekitar 2 kilometer dari sekolah asal. Mereka harus berjalan kaki menelusuri tanggul di sekitar Bendung gerak Babat (Babat barage). Siswa pun bersekolah dengan bersandal jepit bahkan ada yang tidak berseragam karena pakaian mereka basah.

Bukan itu saja, kantor SMP Negeri 2 Laren juga dipindahkan di rumah salah seorang guru Yusro di Desa Kendal Kecamatan Sekaran sejak Senin lalu. Peralatan kantor termasuk komputer mulai dievakuasi sejak Minggu (1/3).

Kepala SMP Negeri 2 Laren Irham mengatakan khusus kelas VII dan VIII diliburkan. Namun 117 siswa kelas IX tetap mengikuti try out ujian nasional. “Kami ingin banjir tidak menjadi halangan. Siswa harus lulus semua seperti tahun lalu,” kata Irham.

Mei 26, 2009 - Posted by | Manajemen Kesiswaan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: