End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Evaluasi Pembelajaran

MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SMA

SUHURI. Model Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris SMA. Disertasi. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta, 2008.

Upaya untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa Inggris selama ini telah dilaksanakan tetapi belum secara keseluruhan. Hasil pembelajaran bahasa Inggris dievaluasi secara terpisah dengan proses pembelajaran bahasa Inggris sehingga hambatan dan penyebabnya yang dihadapi oleh guru bahasa Inggris dalam mengelola aktivitas pembelajaran di dalam kelas belum terungkap secara keseluruhan. Karena itu, proses dan output pembelajaran bahasa Inggris sangat perlu dievaluasi dalam satu kesatuan. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah model evaluasi pembelajaran yang dapat memberikan informasi bagi pimpinan sekolah dan guru bahasa Inggris, baik dari segi isi, cakupan, format maupun waktu penyampaian, serta bermanfaat bagi pembelajaran bahasa Inggris di jenjang SMA.

Subjek coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) SMA dari 20 SMA negeri di Palembang. Setiap SMA dipilih satu kelas yaitu kelas XII. Subjek coba dalam penelitian ini mencakup siswa, teman sejawat guru bahasa Inggris, guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas tersebut, dan pimpinan sekolah. Model evaluasi pembelajaran bahasa Inggris (EPBI) dikembangkan melalui tiga tahap, yaitu ujicoba pertama, ujicoba kedua, dan ujicoba tahap ketiga (implementasi). Untuk menjaring data yang diperlukan, peneliti menggunakan test, angket, dan observasi. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data. Confirmatory factor analysis (CFA) digunakan untuk menguji kecocokan model pengukuran. Structural equation modeling (SEM) digunakan untuk menganalisis kecocokan model evaluasi. Keduanya menggunakan LISREL 8.51 untuk menganalisis data. Kecocokan model, baik model pengukuran maupun model evaluasi, menggunakan kriteria: 1) nilai muatan faktor (λ) > 0,3; 2) Probabilitas atau P-value > 0,05; dan 3) Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) < 0,05; Goodness of Fit Index (GFI) > 0,9.

Hasil analisis data penelitian pengembangan ini dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Model EPBI dinilai sebagai model yang baik untuk mengevaluasi pembelajaran bahasa Inggris di SMA. Hal ini didasarkan pada hasil penilaian para pakar, pemakai (user), maupun praktisi pembelajaran bahasa Inggris serta hasil analisis dengan program LISREL 8.51 yang menunjukkan adanya kesesuaian antara model hipotetis EPBI dengan data lapangan (P-value = 0, 72541 > 0,05; RMSEA = 0,000 < 0,05; GFI = 1,70 > 0,9; AGFI = 1,43 > 0,9; PGFI = 1,37 > 0,9); 2) Model pengukuran proses pembelajaran bahasa Inggris sudah sesuai dengan data lapangan (semua nilai mutan factor, λ > 0,3; P-Value = 0,44929 > 0,05; RMSEA = 0,00000 < 0,05); 3) Model pengukuran output pembelajaran bahasa Inggris sudah sesuai dengan data lapangan (semua nilai muatan faktor (λ) > 0,3, P-value=0.72541,  RMSEA =0,000); dan Hasil penilaian pakar, pemakai (user) dan praktisi menunjukkan bahwa panduan evaluasi model EPBI baik digunakan sebagai acuan implementasi model di lapangan; 4) Model EPBI bermanfaat untuk menentukan nilai, kekuatan, dan kelemahan pembelajaran yang ditujukan untuk merevisi pembelajaran guna meningkatkan daya tarik dan efektivitasnya.

Mei 30, 2009 - Posted by | Evaluasi Pembelajaran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: