End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Manajemen Pembelajaran

Seminar Sehari Manajemen Pengembangan dan Pemanfaatan Media Radio dan TV Dalam Proses Pembelajaran


March 5, 2007 by redaksi

Universitas Gunadarma bekerjasama dengan UGRadio dan UGTV, menyelenggarakan seminar sehari dengan tema, “Manajemen Pengembangan dan Pemanfaatan Media Radio dan TV Dalam Proses Pembelajaran?. Seminar berlangsung Rabu (14/2) dan bertempat di Auditorium D 460. Sekitar 250 peserta yang hadir terdiri dari; mahasiswa dan dosen Universitas Gunadarma, mahasiswa STI&K Jakarta dan AkomRTVi. Selain itu hadir pula peserta dari Radio Megaswara, RCTI, Pustekom dan tamu undangan lainnya.

TV dan radio sebagai media pembelajaran sudah bukan barang baru lagi. Tapi bagaimana teknologi media TV dan Radio ini dapat dikembangkan secara optimal guna mendukung proses pembelajaran di kampus, itulah inti persoalan yang hendak diangkat oleh Universitas Gunadarma dalam seminar sehari, hasil kerjasama dengan UGTV dan UGRadio. Dengan adanya pengembangan ini diharapkan peran media TV dan Radio dalam mendukung proses pembelajaran di kampus semakin meningkat dan berkualitas.

Media Komunitas

Sebagai universitas berbasis teknologi informasi, Universitas Gunadarma memiliki media komunitas berupa UGTV dan UGRadio. Media ini dapat ditangkap siarannya secara terbatas di lingkungan kampus. Sebagai fasilitas pendukung, media TV dan Radio ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung proses pembelajaran. Meski tak dapat menggantikan peran dosen di dalam kelas, namun kehadirannya sangat memberikan warna tersendiri serta mengisi ruang kosong yang selama ini terbuang dengan sia-sia. Saat santai atau sedang tak ada tugas, dapat dimanfaatkan untuk menyaksikan siaran TV atau mendengarkan siaran radio yang berisi siaran tentang program pendidikan. Inilah peran TV dan Radio yang cukup menonjol dan tak tergantikan oleh peran dosen atau guru.

Dan peran seperti itu coba ditingkatkan lagi dari sisi pengembangan manajemen maupun pemanfaatan teknologinya lewat seminar sehari yang mengambil tema Manajemen Pengembangan dan Pemanfaatan Media Radio dan TV Dalam Proses Pembelajaran Seminar dimulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.45. Hadir pula secara khusus, Rektor Universitas Gunadarma yang berkenan membuka acara sekaligus memberikan kata sambutan. Seminar dengan diawali laporan oleh Ketua Pelaksana seminar, Dr.Aries Budi Setyawan. Menurutnya, seminar bertujuan untuk mengembangkan media TV dan Radio sebagai salah satu sarana pendukung proses belajar mengajar. Selain itu juga untuk semakin mengoptimalkan peran TV dan Radio sebagai fasilitas pendukung yang saat ini sudah dimiliki oleh Universitas Gunadarma. “Seminar terbagi dalam dua sesi, yakni sesi 1 berupa diskusi panel dan tanya jawab. Selanjutnya sesi 2 juga berisi diskusi dan demo penyiaran radio yang dilanjutkan permainan dan pembagian Door Prize? ujar Dr.Aries.

Usai laporan Ketua Pelaksana, Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr.ES. Margianti, SE. MM, pun memberikan kata sambutan dan membuka secara resmi acara seminar. Dalam kata sambutannya, Rektor mengucapkan selamat datang kepada segenap peserta yang telah berkenan hadir untuk mengikuti acara seminar. Dalam kesempatan itu pun rektor menghimbau, bagi yang baru pertama kali hadir di Universitas Gunadarma, diharapkan kehadiran tersebut tidak hanya sekali ini saja, melainkan dapat hadir kembali di masa-masa yang akan datang. “Sebagaimana telah dinyatakan oleh Ketua Pelaksana, seminar ini adalah untuk mengembangkan potensi media TV dan Radio yang telah ada guna mendukung proses pembelajaran. Karena itu seminar ini sangat tepat dan berguna sekali ujar Rektor.Lebih lanjut dikatakan Rektor, media TV dan Radio yang dimiliki Universitas Gunadarma adalah media komunitas yang siarannya hanya bisa ditangkap secara terbatas di lingkungan kampus saja. “Sebenarnya saya ingin menonton dan mendengarkan siaran di rumah. Tapi hal itu tidak mungkin karena sarana ini merupakan media komunitas yang memiliki jarak siaran tidak lebih sekitar 5 km tutur Rektor. Dikatakan Rektor lagi, dengan adanya seminar ini, media TV dan Radio yang sudah ada diharapkan dapat meningkat perannya dalam upaya mendukung proses pembelajaran. Tentu saja dengan menjalin hubungan dan kerja sama dengan “saudara sepupu yakni AkomRTVi dan Radio Megaswara.

Pengembangan Program

Selesai sambutan dan pembukaan secara resmi oleh Rektor, seminar memasuki acara inti yakni diskusi panel sesi 1 yang dipandu oleh moderator Dra Ati Harmoni, MM. Dalam diskusi panel sesi 1 ini tampil empat pembicara, yakni; Suwanto Suwandi dari AkomRTVi, Joko Warseno dari Pustekom, Dr. Deny Syarif dari UG dan Saldi Nurjaman dari RCTI. Tampil sebagai pembicara pertama, Suwanto Suwandi dari AkomRTVi. Dikatakan Suwanto, Pemanfaatan Radio dan TV di negara maju untuk pembelajaran bukan barang baru. Dilakukan lewat udara atau cukup dengan produk audio video yang diputar langsung di kelas di depan siswa atau mahasiswa. Mata pelajaran atau mata kuliah pun dipilih yang layak dan sesuai untuk diradiokan atau ditelevisikan.“Masalahnya tidak semua mata kuliah dapat diradiokan atau ditelevisikan. Sebab tiap mata kuliah punya karakteristik, visual image yang berbeda satu sama lain, terang Suwanto. Lebih lanjut dikatakan Suwanto, pemanfataan Radio dan TV untuk media pembelajaran tidak mungkin bisa ditangani sendiri. Dengan kata lain, lembaga pendidikan tidak akan mampu melaksanakan sendiri tanpa melibatkan pihak luar, baik dengan stasiun radio dan TV atau rumah produksi yang berkualitas, dari dalam i maupun luar negeri. Bila tahap pertama rencana pemanfaatan media radio dan TV dengan program yang diperoleh dari organisasi yang sudah ada (syndication, network, local production), maka unit kerja terkait urusan ini harus tercantum dalam struktur susunan pelaksana.

“Yang tak kalah penting adalah menyusun dan mengusulkan anggaran berdasarkan rencana kerja, ujarnya. Penyusunan anggaran bukan suatu yang gampang. Baik secara hukum maupun teknis. Anggaran dapat diusulkan manakala memang ada landasan hukum yang memayunginya. “Organisasi apa, lembaga apa yang punya kegiatan ini, akte pendirian dan lainnya. Awal paling sulit justru penghitungan kegiatan secara makro maupun mikro. Terlewatnya permintaan anggaran untuk sebuah kegiatan, akan mempengaruhi seluruh proses kerja, tandasnya. Hal senada juga dikatakan oleh Joko Warseno dari Pustekom yang tampil sebagai pembicara kedua. Menurut Joko, pemanfaatan Radio dan TV sebagai media pembelajaran sudah jamak di negara-negara maju. Bahkan negara tetangga seperti Thailand sudah menjadikan media TV sebagai sumber utama media pembelajaran. “Fungsi TV sebagai media pembelajaran memiliki tiga ciri, yakni sebagai sumber utama, pendamping dan pengayaan. Indonesia memanfaatkan media TV ini baru pada tahap pendamping dan pengayaan, belum sebagai sumber utama, jelas Joko.

Ditambahkan Joko, pemanfaatan TV dan Radio sebagai media pembelajaran tak akan bisa menggantikan peran guru atau dosen di kelas. Fungsi guru tetap yang utama. Namun untuk membantu dalam proses belajar mengajar, media TV dan Radio dapat dijadikan sebagai sumber utama di samping sumber lain yang juga ikut mendukung keberhasilan proses belajar. Setidaknya ada 14 langkah dalam pengembangan program TV dan radio sebagai media pembelajaran yang perlu dicermati. Ke-14 langkah dimaksud adalah; ide, sasaran, tujuan, pengkajian, sinopsis, treatment, naskah, pengkajian naskah, produksi, preview, uji coba, revisi, pembuatan bahan penyerta dan penyiaran. “Untuk pengembangan program media TV dan Radio yang diperuntukkan bagi satu sekolah atau perguruan tinggi seperti Universitas Gunadarma, sebenarnya tidak terlalu sulit karena sifatnya homogen. Tapi kalau untuk skala lebih luas lagi, misalnya untuk seluruh siswa SLTA atau seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia tentu akan lebih sulit karena sifatnya heterogen, papar Joko pula.

Pengembangan Teknologi

Pembicara ketiga, Dr. Deny Syarif dari Universitas Gunadarma mencoba mengkaji dari sisi pengembangan teknologi TV dan radio sebagai media pembelajaran. Dikatakan Deny, dari sisi teknologi pengembangan media TV dan Radio sangat dimungkinkan, sebagaimana media lain. Tujuannya tidak lain adalah tersedianya fasilitas komunikasi bagi pendidikan yang kondusif, murah, mudah dan efisien. “Peran media TV dan Radio adalah sebagai media transmisi untuk menyampaikan informasi (video, audio, data atau teks) dari suatu tempat ke tempat lain. Sistem komunikasinya adalah satu arah, kata Deny. Hal inilah, kata Deny lagi, yang membuat titik lemah media TV dan Radio. Karena tidak ada feedback antara TV dan Radio dengan penonton. Karena itu perlu dipikirkan pengembangnnya agar memiliki nilai tambah di kemudian hari. Salah satu pengembangannya adalah dengan menambah fasilitas yang memungkinkan pengiriman teks dan gambar yang dapat disimpan kedalam memory komputer di bagian penerima. “Ini yang bisa dikembangkan dari media TV dan Radio dalam tahap awal. Dengan adanya media penyimpanan, siswa atau mahasiswa dapat memperoleh materi sebagai panduan atau pegangan belajar lewat mengcopy materi yang telah disimpan di dalam memory, terang Deny.

Pembicara berikutnya tampil Saldi Nurjaman yang sosoknya sering muncul dalam acara sergap pagi di RCTI. Saldi yang tergolong public figure tersebut cukup membuat acara seminar semakin bergairah. Apalagi kalau bukan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan terkadang lucu.

Pada kesempatan tersebut, Saldi mencoba menyoroti tema seminar dari sisi Personality sebagai Penyiar TV. Menurut Saldi, untuk menjadi penyiar TV memang perlu adanya personal yang memiliki keahlian tertentu. Tapi itu tidak mutlak, yang penting adalah bagaimana memiliki rasa percaya diri. Sebelum berakhir seminar sesi 1, sejenak acara diisi dengan penyerahan cindera mata kepada masing-masing pembicara. Selain itu, acara diisi pula dengan serah terima alat penangkal petir dari Dr. Djuheri kepada Rektor UG. Seperti diketahui Dr. Djuheri adalah alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi UG . Beliau adalah penemu dan pencipta alat penangkal petir dan saat ini tercatat sebagai Guru Besar Universitas Nasional Jakarta.

Setelah istirahat, shalat dan makan siang, tepat pukul 13.00, acara seminar dilanjutkan lagi. Seminar sesi 2 menampilkan satu orang narasumber, Alvin Permadi Hambali dari Radio Megaswara dengan moderator Drs. Ichwan Suyudi, MM. Lewat makalahnya yang berjudul Manajemen Program Radio Megaswara, Alvin mencoba bertukar pengalaman dengan para peserta. Dengan adanya tukar pengalaman ini diharapan media TV dan Radio yang dimiliki UG dapat berkembang sebagaimana mestinya. Selesai presentasi Alvin Permadi Hambali, acara dilanjutkan dengan demo dan simulasi siaran radio yang dibawakan oleh Tim dari Radio Megaswara. Dalam demo tersebut para peserta memperoleh informasi tentang tata cara siaran radio serta cara-cara penyiar dalam melaporkan suatu berita atau kejadian dari tempat lain. Seminar pun diakhiri dengan acara permainan dan pembagian doorprize oleh panitia.

Mei 30, 2009 - Posted by | Manajemen Pembelajaran

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: