End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Manajemen Sarana dan Prasarana

METODE KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR
YANG BERMAKNA

Banyak jalan menuju ke Roma, tapi hanya ada satu jalan menuju ke Surga, yaitu mengikuti Perintah Perintah Nya dan sunatan Rosul Nya. Begitupun dalam kegiatan KBM di sekolah sekolah, banyak konsep dan strategi yang telah dan akan dijalankan, tetapi hanya ada satu cara yang dapat menjadikan sekolah menjadi sekolah unggulan dalam proses KBM, dan menghasilkan peserta didik itu berprerstasi unggulan, yakni Manajemen yang baik. Manajemen yang baik dalam suatu lembaga pendidikan adalah :

  • Manajemen KBM ( kurikulum, perencanaan, konsep, strategi pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, pelatihan SDM, sarana & prasarana pembelajaran ).
  • Manajemen Personalia ( Peraturan, tata tertib, sarana & prasarana, tugas & tanggung jawab, kebijakan).
  • Manajemen Keuangan (operasional, maintenance, gaji, Kesejahteraan ).

Manajemen KBM, KBM yang bermakna adalah harus berfokus pada kegiatan siswa yang aktif, kreatif dan interaktif dalam KBM untuk membangun makna sampai tinkat pemahaman. Dengan demikian pendidik harus berperan selaku fasilisator di dalam KBM, dan perlu memberikan dorongan kepada siswa / murid untuk menggunakan otorita atau haknya dalam membangun gagasan dan kreatifitas. Tanggung jawab belajar tetap berada pada diri siswa, dan guru hanya bertangung jawab untuk menciptakan kondisi dan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Keiklasan dan pendekatan secara Psikologis sangat berperan dalam membentuk situasi dan kondisi yang baik & nyaman yang dapat menimbulkan komunikasi dua arah antara Pendidik dengan Peserta Didik, dimana tujuannya adalah untuk membuka memori perserta didik agar dapat dengan mudah menerima / menyerap, memproses, menyimpan dan menerapkan informasi / ilmu yang diberikan oleh guru.
5 Prinsip Kegiatan Belajar Mengajar interaktif yang memberdayakan potensi siswa untuk dapat berperilaku kreatif.
1. Menggali Potensi Siswa
Seprti yang telah dijelaska di atas, bahwa siswa terlahir dengan memiliki 3 (tiga) potensi yang sekaligus merupakan modal dasar yaitu : potensi rasa ingin tahu, imajinasi, dan fitrah ber-Tuhan.

a. Rasa ingin tahu.

Rasa ingin tahu tersebut terhadap suatu obyek adalah merupakan modal dasar untuk bersikap peka & kritis, di tinggkat pendidikan dasar khususnya tingkat TK s/d kelas 2 SD yang disertakan dengan Manajemen KBM yang baik ( tepat & benar ), maka dapat dikembangkan sampai tingkat pemahaman (untuk apa itu, seberapa banyak yang sudah diketahui, dan sejauh mana yang harus diketahui ).
b. Imajinasi.

Imajinasi merupakan modal dasar murid/siswa untuk bersikap kreatif dan mandiri yang dapat mengembangkan informasi / ilmu pengetahuan yang diterima sampai ketingkat pemahaman dan aplikasi.
c. Fitrah ber-Tuhan

Sementara, fitrah ber-Tuhan merupakan cikal bakal untuk bertaqwa kepada Tuhan. Pengertian, kewajiban, makna dan pemahamannya dapat mencemin akhlak, ibadah, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dengan proses dalam KBM yang baik. Sehingga makna keimanan dan taqwa kepada Allah SWT sampai pada tingkat pemahaman dan prilaku ( berucap dan berbuat) di dalam lingkungan sekolah, maupun diluar sekolah.
KBM yang aktif dan komunikatif harus dapat memfasiliatsi dan mendorong siswa untuk mengungkapkan pengalaman, pikiran, perasaan, bereksplorasi, dan berekspresi merupakan wujud upaya pengembangan potensi siswa sesuai dengan karakteristik yang diharapkan.

Di sisi lain, siswa berbeda dalam minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman, dan cara belajar. Siswa tertentu lebih mudah belajar melalui dengar-baca (auditif), siswa lain melalui melihat (visual), sementara yang lain lagi melalui bergerak (kinestetik). Oleh karena itu KBM perlu beragam sesuai karakteristik siswa tersebut. Ketika guru berceramah, hanya siswa dengan tipe auditif yang mengalami pembelajaran secara optimal. Supaya semua siswa mengalami persitiwa belajar, guru perlu menyediakan beragam pengalaman belajar.

Pada dasarnya, semua anak memiliki potensi untuk mencapai kompetensi. Kalau sampai mereka tidak mencapai kompetensi, hal itu bukan lantaran mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi lebih banyak akibat mereka tidak disediakan pengalaman belajar yang cocok dan lengkap dengan keunikan masing-masing karakteristik individu.

Oleh karena itu kegiatan pembelajaran, organisasi kelas, materi pembelajaran, waktu belajar, alat belajar, dan cara penilaian perlu beragam sesuai karakteristik siswa. KBM perlu menempatkan siswa sebagai subyek belajar. Artinya KBM memperhatikan bakat, minat, kemampuan, cara dan strategi belajar, motivasi belajar, dan latar belakang sosial siswa. KBM harus dapat mendorong siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal.
2. Belajar melalui Pengalaman / Berbuat
Praktek atau mengerjakan sesuatu adalah pengalaman yang berharga bagi siswa untuk mencapai sukses. Untuk itu KBM perlu menyediakan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari atau yang terkait dengan penerapan konsep, kaidah dan prinsip ilmu yang dipelajari. Karena itu, semua siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung melalui pengalaman indrawi yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dari :

  1. Melihat, mendengar, meraba/menjamah, mencicipi, dan mencium.
  2. Dalam hal beberapa topik yang tidak mungkin disediakan pengalaman nyata, guru dapat menggantikannya dengan penyediaan model analogi atau situasi buatan dalam wujud simulasi untuk mewujudkan kreatifitas siswa.
  3. Jika hal tersebut ( poin 2 ) masih tidak juga tidak memungkinkan, sebaiknya siswa dapat memperoleh pengalaman melalui alat audio-visual (dengar-pandang). Pilihan pengalaman belajar melalui kegiatan mendengar ini adalah pilihan terakhir. Mengalami langsung dan memahami apa yang sedang dipelajari, maka akan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang lain /guru menjelaskan. Dalam situasi yang komunikatif, informasi sampai tingkat pemahaman yang masuk melalui beragam indera akan bertahan lama dalam pikiran siswa, sehingga dapat terwujud dalam penerapan dan perbuatan sehari-hari di lingkungan maupun diluar lingkungan sekolah.Sebagai contoh :
  • Perbedaan tanaman kerkeping satu dengan tanaman berkeping dua. Hal ini dapat dilakukan siswa dimulai dengan cara dimulai dari menanam sampai dengan mengamati langsung perubangan yang terjadi dalam pertumbuahan tanaman selama beberapa minggu.
  • Perbedaan Daun jambu dengan daun pepaya.
  • Perbedaan susunan tulang daun tumbuhan berakar serabut dengan tumbuhan yang berakar tunggang.
  • Dan pengalaman yang dilakukan terhadap ilmu lainnya dalam melihat, mencoba dan mempraktekan.Diskusi anatara siswa dengan guru terhadap Contoh contoh tersebut diatas akan menimbulkan situasi yang komunikatif, yang akhirnya siswa dengan sangat mudah menyerap, mengolah, menyimpan dan mempraktekan informasi / pelajaran yang diterima, daripada mendengarkan penjelasan lisan dari guru tentang hal itu tanpa ada obyeknya. Dengan kata lain membangun pemahaman dari pengamatan langsung akan lebih mudah daripada membangun pemahaman dari uraian lisan guru, apalagi bila siswa masih berada pada tingkat berpikir konkret.

3. Mengembangkan Kecerdasan Intelektual, Emosional, Spiritual, dan Sosial
Pemahaman siswa tentang sesuatu, yang terbangun ketika terjadi peristiwa belajar, akan lebih baik bila ia berinteraksi dengan teman-temannya. Interaksi memungkinkan terjadinya perbaikan terhadap pemahaman siswa melalui diskusi, saling bertanya, dan saling menjelaskan. Interaksi dapat ditingkatkan dengan belajar kelompok. Penyampaian gagasan oleh siswa dapat mempertajam, memperdalam, memantapkan, atau menyempurnakan gagasan itu karena memperoleh tanggapan dari siswa lain atau guru.

KBM perlu mendorong siswa untuk mengkomunikasikan gagasan hasil kreasi dan temuannya kepada siswa lain, guru atau pihak-pihak lain dalam suatu kegiatan atau event ( assambly ) yang telah dijadwalkan setiap bulannya. Dengan demikian, KBM memungkinkan siswa bersosialisasi dengan menghargai perbedaan pendapat, perbedaan sikap, perbedaan kemampuan, perbedaan prestasi dan berlatih untuk bekerjasama.
4. Belajar Sepanjang Hayat
Siswa memerlukan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk bisa bertahan dan berhasil dalam menghadapi setiap masalah dalam menjalani proses kehidupan sehari-hari. Karena itu, siswa memerlukan fisik dan mental yang kokoh. KBM perlu mendorong siswa untuk dapat melihat dirinya secara positif, mengenali dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya untuk kemudian dapat mensyukuri apa yang telah dianugerahkan Tuhan YME kepadanya.
Ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat. Informasi dengan hal-hal baru akan bertambah setiap saat sesuai dengan perkembangan jaman. KBM di sekolah harus mampu menumbuh kembangkan semangat belajar sepanjang hayat pada siswa, daripada hanya membekali siswa dengan informasi temuan para ahli dalam bentuk ilmu pengetahuan. KBM harus dapat membekali siswa dengan sejumlah keterampilan belajar, yang meliputi :

  • Pengembangan rasa percaya diri,
  • Keingintahuan,
  • Kemampuan memahami orang lain,
  • Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama,
  • Senang membaca dan mampu membaca cepat.
  • Dll yang mendorong dirinya untuk senantiasa belajar terus, baik secara formal di sekolah maupun secara informal di luar sekolah.

5. Belajar mandiri dan bekerjasama
KBM perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terbiasa belajar mandiri melalui penyelesaian tugas individual, pembuatan karya individual yang memungkinkan mereka berkompetisi secara sportif untuk memperoleh penghargaan hakiki. Secara bersamaan dalam kegiatan KBM, maka proses KBM juga perlu menyediakan tugas-tugas yang mendorong siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk memungkinkan tumbuhnya semangat bekerjasama yang mendorong tumbuhnya solidaritas, simpati dan empati ( pengenalan jiwa orang lain ) terhadap orang lain. Dengan demikian, keragaman dalam proses KBM akan melatih belajar mandiri dan belajar bersama untuk mencapai kompetisi dan prestasi unggulan sesuai dengan karakteristik yang ditargetkan.

Dari pembelajaran yang mereka alami dalam KBM tersebut, hasilnya dapat dibuktikan terhadap gurunya, orang tuanya, bahkan kepada masyarakat sekitar dalam sebuah peragaan dipanggung dalam acara asembly yang diadakan 3 kali dalam satu semester. Pelaksanaanya asembly yang mencerminkan kreatifitas siswa diserahkan kepada kreatifitas pendidik yang ada.

Diposkan oleh Sekolah Al-Zahra Indonesia di 15:44

http://alzahra-school.blogspot.com/2008/06/kbm-yang-bermakna.html

Mei 31, 2009 - Posted by | Manajemen Sarana dan Prasarana

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: