End_Kha Zone

Wilujeng Sumping…….

Manajemen Sarana dan Prasarana

Manajemen Memilih Perguruan Tinggi

Minggu, 11 Mei 2008 21:24

(Drs Noor Miyono Msi, magister managemen pemasaran pendidikan)


Ujian Nasional Sekolah Menengah Umum sudah berlalu, dan sekarang saatnya sang anak dan orang tua bersiap untuk mencari perguruan tinggi terbaik yang akan menjadi kawah candradimuka selanjutnya untuk mencapai cita-cita hidup dan mempertajam rasa kemanusiaan.

Banyak kiat yang dapat digunakan untuk memilih perguruan tinggi yang tepat. Namun ternyata banyak calon mahasiswa yang keliru dalam memilihnya.

Salah satu kiat yang bisa menajdi pilihan buat anak dan orang tua dalam memilih perguruan tinggi adalah manajemen “Kiss Me” dan “Kekepan”.

”KISS ME”

Akronim Kiss Me adalah kemampuan, informasi, sarana prasarana, situasi, monitoring, dan evaluasi.

Kemampuan

Yakni seberapa kemampuan yang kita miliki untuk memasuki perguruan tinggi, baik kemampuan finansial, dan kemampuan fisik.

Informasi

Seberapa besar kita mempunyai informasi tentang suatu perguruan tinggi baik jurusan, program studi, status akreditasi, status kampusnya, fasilitas penunjang, jumlah mahasiswa, dan alumni.

Sarana dan Prasarana

Agar kita sukses dalam studi tentu kita harus memiliki sejumlah sarana penunjuang secara pribadi. Yakni alat transportasi kuliah, buku-buku referensi kuliah, komputer pribadi.

Situasi

Sebelum menentukan pilihan studi sebaiknya kita mengkaji situasi saat sekarang dan prospek jurusan yang kita pilih di masa yang akan datang.Tentunya setelah kita lulus apakah jurusan tersebut masih mampu bersaing dan prospektif dalam dunia dan pasar kerja.Banyak jurusan yang potensial dan prospektif, tetapi karena minimnya informasi berakibat sangat sedikit peminatnya pada program studi tersebut.

Monitoring

Kita harus mampu melakukan monitoring terhadap diri sendiri apa yang kita lakukan selama proses belajar. Misalnya nilai-nilai tes, tugas dan indeks prestasi setiap semester dan komulatifnya sehingga kita bisa mengetahui sejak dini apakah target yang telah kita tentukan tercapai atau belum.

Evaluasi

Hal ini memang menjadi sangat penting manakala selama mengikuti studi banyak yang terjadi di luar peerkiraan dan target sebelumnya. Dengan evaluasi kita dapat mengambil keputusan dengan tepat terhadap apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

”KEKEPAN”

Sedangkan yang dimaksud dengan “kekepan” adalah kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang lebih akrab di telinga kita sebagai SWOT terhadap pilihan yang akan kita putuskan.

Analisa SWOT dimaksudkan untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan dalam mencapai kesuksesan belajar di perguruan tinggi. Oleh karenanya kita perlu berkonsultasi dengan pihak-pihak yang mempunyai informasi terhadap rencana pilihan kita. Bisa orang tua, keluarga, tetangga, konsultan pendidikan atau kita bisa menanyakan langsung ke perguruan tinggi tujuan kita.

Untuk memilih perguruan tinggi seorang calon mahasiswa biasanya akan dipengaruhi oleh beberapa unsur lingkungan. Seperti orang tua, famili, teman dekat, teman sekolah.

Menurut Ben M Enis (1974), unsur yang mempengaruhi individu adalah kultur, famili, lingkungan dan referensi. Dalam diri calon mahasiswa biasanya sudah terbentuk kesan tertentu yang berlandaskan agama, sosial budaya, suku/etnis, nilai-nilai dan dasar filosofis yang mereka anut. Dasar-dasar ini akan menuntun dia untuk memilih sebuah lembaga pendidikan tinggi. Sebagai calon mahasiswa yang telah mengumpulkan banyak informasi tentang perguruan tinggi akan membentuk persepsi dalam dirinya terhadap PTN/PTS. Sebelum sampai ke tingkat pengambilan keputusan banyak informasi diperoleh siswa SMA, baik langsung dari PTS/PTN maupun yang sudah difilter oleh media.

Informasi-informasi tersebut akan mendapat distorsi lagi dari lingkungannya di atas. Banyak kasus yang terjadi, lulusan SMTA yang baru satu kali mengikuti SPMB PTN dan gagal, ia sama sekali tidak tertarik masuk PTS karena masih ada satu lagi kesempatan tahun depan untuk mengulang SPMB PTN dan gagal, ia sama sekali tidak tertarik masuk PTS karena masih ada satu lagi kesempatan tahun depan untuk mengulang tes SPMB. Jika gagal juga, tingkat kebutuhan masuk PTS sudah mendesak, dan ia akan memilih salah satu PTS yang menurut persepsinya cukup baik.

Mei 31, 2009 - Posted by | Manajemen Sarana dan Prasarana

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: